Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

1
343

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?

Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?” “Tentu saja,” jawab si Profesor . Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.” Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.

Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.” Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?” Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Kiriman Rondang Ni Bulan br. Simanjuntak Mardaup No. 15 (Jakarta).

1 COMMENT

  1. Di ambil dari sebuah situs anak remaja: Hilda Tobing

    mendingan mana punya Tuhan yg cuma sebatas logika lo ato Tuhan yg ga logis?

    gw ga bermaksud mengundang perdebatan apapun disini. gw juga ga tertarik ikutan perdebatan apapun. tapi emang yg namanya Kekristenan itu kebodohan dimata kebanyakan orang. bayangin aja, seharusnya klo lo ditampar yg ada lo nampar balik, klo bisa yg jauh lebih sakit. tapi..apa yg diajarkan Kekristenan? berikan pipi lo yg satu lagi untuk ditampar, LAGI. ada juga yg bilang bla..bla..bla.. yg terus terang aja bisa mengguncang iman lo karena lo dipancing untuk menggunakan akal lo untuk menganalisa tentang Tuhan.

    intinya adalah,, biarin aja dunia bilang gw ini orang yg bodoh, gw ga peduli. gw emang ga pinter kok. dan Tuhan gw yg katanya ga logis itu,, biarin aja. gw yg bodoh ini mau mengikuti Tuhan gw yg katanya ga logis itu.

    bokap gw: “klo Tuhan lo cuma sebatas yg bisa lo pikirin, cuma sebatas logika lo, ato cuma sebatas yg otak lo nyampe,, buat apa punya Tuhan? mendingan ga usah punya Tuhan kan? toh lo bisa tau segalanya tentang Tuhan lo dengan pikiran lo yg terbatas itu.”
    piun: “satu-satunya cara untuk berpikir dengan logis adalah dengan menyadari klo lo ga bisa berpikir logis tentang Tuhan lo.”
    katut: “emang lo nyiptain Tuhan lo, jadi lo bisa berpikir logis ttg Tuhan?”

LEAVE A REPLY