• lia

    saya disini tidak memberi komentar hanya saja ingin bantuan bagaimana karakter orang medan yang bermarga munte Dan bagaiman cara meminta maaf kepada mereka apakah karakrer orang medan keras dalam berbahasa dan bagaiman adat pernikahan nya terimakasih jawaba dikirim ke siti_mulianingsih@rocketmail.com terimakasih

    June 27 2009
    CommentsLike

    • horas lae! sangat senang saya membacanya! horasssss!!!!!!!! hidup frodo aritonang

      June 19 2009
      CommentsLike
      • isnurizal

        horas,

        aku tak ada marga tapi sangat kagum dengan bisa sampai hampir 500 marga yang abang ingat.
        Tadi dengan sahabat aku simanjuntak coba menulis satu persatu cuma hapal 100 marga.

        horas lah

        April 29 2009
        CommentsLike
        • noer

          wouw…smangadh bgt… tnyata banyak bgt ya marga2 org batak….
          Good Job,tulang…..

          April 22 2009
          CommentsLike

          • Horas………..
            Sebaiknya marga-marga yang di atas disusun berdasarkan suku-suku batak. Karena mungkin masih ada orang batak yang tidak tahu sukunya suku apa.

            February 12 2009
            CommentsLike
            • santo tarihoran

              horassssssssss lae. mungkin lebih baik marga2 yg td disusun sesuai punguan.jd bisa dipelajarin&kelihatan mana yg satu marga.ibarat’y borbor,parna,dll mauliate.

              February 03 2009
              CommentsLike
              • tuminim

                horas …………. sagala orang batak lae

                December 19 2008
                CommentsLike
                • firmus marcellinus kudadiri

                  sesungguhnya leluhur atau ompung ompung suku pakpak,dan karo tidak sama dengan suku toba. kenapa suku toba selalu mengklaim suku9marga-marga pakpak) berasal dari marga toba??? walaupun leluhur toba, pakpak, dan karo sama-sama datang. pakpak dan toba berasal dari mongol dan karo berasal dari nepal.

                  December 01 2008
                  CommentsLike
                  • zo

                    saya stuju dgn pndapat saudara s.aritonang
                    alangkah lebih baiknya jika diurutkan brdasarkan puak
                    karena masih banyak lagi marga batak yg lainnya yg belum dicatat
                    mauliate
                    lias ate
                    bujur

                    horas
                    njuah-juah
                    mejuah-juah

                    October 28 2008
                    CommentsLike
                    • S. Aritonang

                      Sudah bagus kutipan anda dari buku: Ruhut-ruhut ni Adat Batak. Karya: Alm. H.B. Situmorang BPK Gunung Mulia, Jakarta – 1983

                      Tapi akan lebih baik lagi bila anda bisa memilahnya kembali berdasarkan Puak Batak yang ada. Yakni marga-marga mana itu termasuk Puak apa. Di situ semua Marga Batak yg ditulis masih campur baur antara Puak, atau setidaknya diberi keterangan dalam kurung terdapat di Puak mana saja. Sekalipun banyak marga yg menjadi pengusung beberapa puak yang berbeda-beda secara historis sejak jaman nenek moyangnya. Misalnya :
                      - Toba (Sagala, Sinambela, Situmorang,Purba, Hutabarat,Sinaga,Sitorus, Hutagalung, Saragi, Marbun, Panggabean, Lubis, Siregar, dsb)
                      - Karo (Karo-karo, Parangin-angin, Sembiring, Ginting, Depari, Sitepu, Pinem, Sinuhaji, Brahmana, Purba, dsb)
                      - Simalungun (Damanik, Sinaga, Saragih, Purba, Sipayung, dll)
                      - Mandailing (Nasution, Lubis, Rangkuti, Siregar, Hasibuan, Pulungan, dsb)
                      - Angkola (Harahap, Hasibuan, Pane, Hutagalung, Siregar, Gurning, Sitorus, dsb)
                      - Pakpak (Sinamo, siboro, Ujung, Padang, Berutu, dsb)
                      - Singkil (Maringanan, Ramin, Sinambela, Sihotang, dsb)
                      - Gayo (dekat dgn Karo, mereka umumnya tidak pakai marga lagi)
                      - Alas (dekat dgn Karo mereka umumnya tidak pakai marga lagi)

                      October 23 2008
                      CommentsLike