• Home
  • Sian Ahu
  • Petunjuk penulis
    • Alamat Punguan
    • Perkenalan
  • Email
  • Gallery
    • Koparsibo-Medan
    • Amandemen AD/ART PSSSI&B Medan 1996
    • PEMBENTUKAN GM-PSSSI&BB SE-DUNIA
    • PSSSI&B Sektor 31 Medan
    • Bona Taon 2008 PSSSI Bandung
    • Pesta Bona Taon 2009 PSSSI&B Palembang 28/02/2009

Asal-usul Batak

Ditulis oleh: Poltak Simanjuntak (H 15) 13/04/2008 – 10:5922 komentar

Sejarah Batak

Penelusuran sejarah, sebuah upaya yang bagi sebagian orang merupakan pekerjaan “kurang pekerjaan”. Tetapi, jika difikir lebih dalam, setiap manusia pernah atau paling tidak sekali dalam hidupnya pernah berkecmuk tanya, “saya ini dari mana awalnya?”, “suku kami dari mana datangnya”, “Batak ini darimana asal muasalnya?”

Nah, walaupun tidak bisa menjawab secara tepat atau utuh, tulisan pendek ini bisa jadi dibuat sebagai “pengganggu” fikiran kita untuk mulai melakukan pencarian jawaban tentang Apa dan Bagaimana Batak?

Versi sejarah mengatakan Si Raja Batak dan rombongannya datang dari Thailand, terus ke Semenanjung Malaysia lalu menyeberang ke Sumatera dan menghuni Sianjur Mula Mula, lebih kurang 8 km arah Barat Pangururan, pinggiran Danau Toba sekarang. Versi lain mengatakan, dari India melalui Barus atau dari Alas Gayo berkelana ke Selatan hingga bermukim di pinggir Danau Toba.

Diperkirakan Si Raja Batak hidup sekitar tahun 1200 (awal abad ke- 13). Raja Sisingamangaraja XII salah satu keturunan Si Raja Batak yang merupakan generasi ke-19 (wafat 1907), maka anaknya bernama Si Raja Buntal adalah generasi ke-20.

Batu bertulis (prasasti) di Portibi bertahun 1208 yang dibaca Prof. Nilakantisasri (Guru Besar Purbakala dari Madras, India) menjelaskan bahwa pada tahun 1024 kerajaan COLA dari India menyerang SRIWIJAYA yang menyebabkan bermukimnya 1.500 orang TAMIL di Barus.

Pada tahun 1275 MOJOPAHIT menyerang Sriwijaya, hingga menguasai daerah Pane, Haru, Padang Lawas. Sekitar rahun 1.400 kerajaan NAKUR berkuasa di sebelah Timur Danau Toba, Tanah Karo dan sebagian Aceh.

Dengan memperhatikan tahun tahun dan kejadian di atas diperkirakan: Si Raja Batak adalah seorang aktivis kerajaan dari Timur Danau Toba (Simalungun sekarang), dari Selatan Danau Toba (Portibi) atau dari Barat Danau Toba (Barus) yang mengungsi ke pedalaman, akibat terjadi konflik dengan orang-orang Tamil di Barus. Akibat serangan Mojopahit ke Sriwijaya, Si Raja Batak yang ketika itu pejabat Sriwijaya yang ditempatkan di Portibi, Padang Lawas dan sebelah Timur Danau Toba (Simalungun).

Sebutan Raja kepada Si Raja Batak diberikan oleh keturunannya karena penghormatan, bukan karena rakyat menghamba kepadanya. Demikian halnya keturunan Si Raja Batak seperti Si Raja Lontung, Si Raja Borbor, Si Raja Oloan, dsb. Meskipun tidak memiliki wilayah kerajaan dan rakyat yang diperintah. Selanjutnya menurut buku TAROMBO BORBOR MARSADA anak Si Raja Batak ada 3 (tiga) orang yaitu : GURU TETEA BULAN, RAJA ISUMBAON dan TOGA LAUT. Dari ketiga orang inilah dipercaya terbentuknya marga-marga batak

Sumber: disarikan dari buku “LELUHUR MARGA MARGA BATAK, DALAM SEJARAH

SILSILAH DAN LEGENDA” cet. ke-2 (1997) oleh Drs Richard Sinaga,

Penerbit Dian Utama, Jakarta

22 Komentar »

  • nababan deni says:
    01/08/2008 at 23:26

    saya sangat menyangkal kalau batak ada lebih 1300 tahun, argumen saya secara logika adalah,saya nababan no 19 dari sihombing saya no 20 sedangkan kalau saya telusuri si hombing keraja batak ada 7generasi baru kesihombing,jadi saya dari raja batak adalah generasi ke 27 analisa saya apabila satu generasi membutuhkan waktu 35 tahun 35 x 27 = 945 tahun dari raja batak kesaya lalu kalaupun di buat lebih maksimal 1200 tahun, jadi batak pertama dan timbulnya bahasa batak pertama kali bagaimana?.

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

    Bungaran Simanjuntak (M14) Reply:
    August 2nd, 2008 at 02:18

    Buat lae nababan yang penuh penyangkalan.. mohon di baca kembali tulisan diatas, sepertinya ada salah paham dengan penulisan 1300 thn. Yang di tuliskan diatas adalah awal abad ke 13 jadi bukan awal thn 1300. Jika menurut anda 1 generasi 35 thn maka menurut saya lebih tepat 1 generasi 30 thn. Maka 30 x 27 = 810 thn yg lalu. Maka 2008-810 = 1198. Maka benar Si Raja Batak itu hidup pada sekitar awal abad ke 13

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

    Natal P. Sitanggang Reply:
    November 20th, 2009 at 10:04

    Alangkah eloknya, jika rumusan satu genrasi (35 tahun atau 30) mencantumkan sumber acuan. Setahu saya, perhitungan rata-rata orang memunculkan satu generasi adalah 25 tahun dan dulunya 20 tahun. Karena pada jaman dahulu, seorang wanita sudah melahirkan di bawah usia 20 tahun. lalu, karena faktor pendidikan, usia itu berada pada rentang 20 s.d. 30 tahun. Mediannya 25 tahun. Inilah yang dibuat acuan untuk menyebut kemunculan satu generasi. Dan setiap dekade cenderung berubah. Terlepas dari angka-angka itu, saya percaya orang batak sudah ada pada zaman mengalitikum (zaman batu besar). Ini justru masa sebelum masehi. Penelitian ini sudah pernah saya presentasikan dalam seminar internasional kemelayuan di Jakarta (2006). Dan klop dengan penelitian yang dilakukan oleh seorang arkeolog (alumni UGM. yang kini bekerja di Museum Sumatra utara). Bukti lain, saya melihat benda-benda megalitikum itu di kampung saya (samosir).
    NB. Bagaimana tanggapan Pak BAS tentang komentar saya atas buku Bapak???

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • serindo says:
    23/09/2008 at 07:56

    lalu si Raja Batak Turunan dari Mana? kemudian kawin dengan siapa Lae, maaf pengen lebih dalam.

    Horas..

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • b rambe says:
    13/10/2008 at 14:32

    lebih dahulu saya mohon maaf atas E-mail dan website yang saya tulis yang lalu, yang benar adalah ini.
    Penelitian mengatakan bahwa parhau ni bagas joro naparjolo na adong di Betlehem sebagian hau hapurbarus (Kapur Barus) dungi muse molo taingot tingki natubu Tuhan Jesus ndi sejarah hatutubu ni Tuhan Jesus, tolu halak saudagar parroha nasian purba (Timur) mamboan pesembahan tu Tuahan Jesus. Sada sian na sinombahon nai ima kemeyaan. Dua material nadi ginjang i, hanya ada di tapanuli(American Ensiclopedia). Adat dohot tata kekeluargaan ni halak batak mirip tu Jahudi. Antong ise do siraja batak i? Umur yang dijadikan patokan generasi, nampaknya tidak bisa sebagai patokan, belakangan ini rata-rata antara umur 25th – 30th bahkan cenderung lebih muda marhasohotan. sebaliknyapada jaman umur di atas orang tua kita, cenderung lebih tua baru mangoli. kalau kita kaitkan dengan tahun mula-mula adong si raja Batak, dohot “bahasa-bahasa tabas” sian bahasa timur tengah (selalu dimulai dohot hata “bissumillah”)
    Ini adalah bahan sebagai penambah wacana!

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • S. Aritonang says:
    23/10/2008 at 22:01

    Saya malah setuju dgn pendapat yg mengatakan bahwa eksistensi halak Batak sudah ada berabad sebelum Masehi. Bila yang dimaksud Kota Barus dalam catatan sejarah oleh Ptolemaus adalah Kota Barus yg berada di dekat daerah asal kampung kita-kita ini, berarti benar Bangsa Batak sudah lama bermukim di daerah kita sekarang. Tentunya bila kita percaya bahwa penduduk Barus tersebut adalah dari Suku Bangsa Batak.
    Seharusnya kita malah bangga bila memang Berita itu sesuai dgn fakta yang ada. Juga dari Berita-berita China, Pesia, India banyak menceritakan hubungan perdagangan dgn Barus dan beberapa Kerajaan Batak berabad sebelum tahun 1200 M menurut saduran anda di atas.
    Mungkin masa awal pembentukan Marga benar pada masa sekitar tahun itu bila dipercaya Si Raja batak adalah Nenek Moyang kita semua. Bilamana kita mau agak sedikit kritis, apakah Si Raja Batak hanya hidup dgn keluarganya saja di hutan (huta)itu? Apakah tidak ada masyarakatnya yang menjadi menteri, punggawa, tentara kerajaan, petani, pengrajin, nelayan, budak, dsb? Orang dari mana itu, dan tentunya satu bahasa dgn beliau. Berarti sudah ada kehidupan dan peradaban Batak sejak jaman yang sangat panjang sebelumnya. Tentunya mereka juga berketurunan dan tidak menafikan bahwa telah terjadi asimilasi dan perkawinan dgn keturunan Si Raja Batak selama berabad-abad kemudian. Itulah kita-kita ini sekarang keturunannya yg masih memegang Tarombo.
    Kalau kita mau jujur sebenarnya juga ada bangsa lain di sekitar kita sejak dahulu kala. Misalnya bangsa yg beragama Budha/ Hindu yg meninggalkan bekas peradabannya berupa candi-candi di sekitar Madina. Tidak jelas siapa mereka. Yang jelas saat ini daerah tersebut sudah menjadi daerah pengusung Budaya Batak sepenuhnya dari Puak Mandailing di Madina & Batak Rao di Sumbar. Mungkin mereka sudah terabsorbsi sepenuhnya menjadi orang Batak dalam masa panjang kemudian. Makanya saudara kita orang Mandailing (Selain Angkola yg tetap menyatakan sbg orang Batak) dari dahulu sepertinya anti dgn kata Batak dan menolak pendapat kesatuan asal usul dari Si Raja Batak.
    Tapi itu hak mereka karena kita pun sukar untuk membuktikan kepada mereka akan hal ini walaupun banyak marga kita yg sama dgn mereka, misalnya Siregar, Lubis, Hasibuan, Panggabean, Hutagalung, Sitorus, Pane, dsb. Perlu data sejarah yang lebih banyak dan lebih otentik lagi.

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • zo says:
    28/10/2008 at 13:08

    suku saya adlah pakpak
    yg ingin saya tanyakan apkh pakpak,smlungun,toba,angkola,karo adlah satu nenek moyang
    setahu saya suku pakpak & karo itu nenekmoyangnya adlah dari india
    alasannya karo n pakpak memilki kmiripan bahasa,adat,

    pakpak adlah suku pertama yg mendiami SUMUT dgn argumen bahwa suku bangsa yg plg tua adlah identik dgn lambatnya prkmbangan budaya/iptek dan biasanya akan memilih tinggal di pedalaman
    how about you?????????????????????????????????????????

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • purba Bre Bayangna says:
    15/11/2008 at 00:03

    kembali pada komentar sodara zo

    Yang kita tau selama nie batak ada 6
    toba,karo,simalungun,pak-pak,mandailing,angkota

    Pertanyaan saya apakah karo juga batak,..

    karna karo tu dari kerajaan haru dan sudah sebelum kerajaan batak ke sumut,..

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • Partomuan Manurung says:
    27/11/2008 at 10:20

    Horas,

    kalo menurutku sih ga ada itu individu yg bernama “RAJA BATAK” ,aku rasa nama RAJA BATAK itu semacam gabungan leluhur secara kolektif, penamaan RAJA BATAK itulah permulaan masyarakat yg tinggal di TAPANULI menamakan dirinya bangsa Batak.

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • heru says:
    31/12/2008 at 09:19

    Salam

    Saya bukan orang batak, namun tertarik dengan sejarah orang batak, karena banyak teman saya orang batak.

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • Dean says:
    04/02/2009 at 22:35

    Kalo orang Batak dateng thn 1200, orang jawa dari mana yak ?????
    lah kok bahasanya ada yang sama, bahasa batak dan bahasa jawa ada yang sama
    3 tiga => telu = tolu

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

    H.Panjaitan Reply:
    November 13th, 2009 at 16:14

    iya bener.. sama orang sunda juga 3 tiga = tolu = tilu(bhsa sunda)

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

    Marlon saragih Reply:
    January 31st, 2010 at 20:57

    Betul itu..
    dengan orang minang juga sama 3 = tolu = tilu = telu = tigo (sama2 awalan t)
    dengan bahasa melayu juga awalan t, 3 = tiga..
    dengan orang inggris juga 3 = three
    he..he.. berarti kita saudara semua..
    horas…

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • mery says:
    16/02/2009 at 20:26

    krend ya,, lenkap cmuanya……..
    it’s cool

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

    Robert Sitorus Reply:
    February 6th, 2010 at 21:42

    horas!
    apapun sukunya yang penting kita tetap bangsa indonesia sesuai dengan semboyan bhineka tunggal ika

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • Irfan says:
    21/02/2009 at 16:46

    Saya pernah mendengar cerita orang tua dahulu.(benar atau tidak harus dbuktikan dengan penelitian). Orang Batak berasal dari Pagaruyung. Orang BATAK berasal dari kata BAATAK’AN ( Bahasa Minang = yang ditempatkan disana) Kira-kira artinya orang yang ditempatkan disana. Mungkin karena sama sama dari rumpun Melayu Proto Melayu/ Deutro Melayu. Rumah adat Batak, Minang dan Toraja ada persamaannya.Dalian Na tolu. Seperti Tigo tungku sajarangan di Minang

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

    jo2 Reply:
    May 7th, 2009 at 20:49

    aq juga setuju kalo orang batak brasal dari daerah riau dan padang

    alasannya, di Riau ada kampung batak yang dah lama berdiri tapi g berkembang. sampe2 marganya pun dihilangkan n njadi warga melayu. cuma kata tetuanya, di kampung itu dulu banyak…. kali orang batak, terutama marga lubis. n pamungka hutanya katanya dari nai marata.
    jadi sebenarnya gimana???

    tapi itu dia, sifat kita beda dengan rumpun melayu yang laennya..
    kenapa gitu???

    salam kenal…

    jo sitorus

    tinggal di Riau

    masih lajang lho…
    bagi cew2 batak
    08127691429

    thanx…

    n tambahan, satu lagi, kita mirip sama orang minahasa juga, dari segi bahasa, rumah adat, alat musik, n baju adat.
    cemana tu????

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • Tambunan. M says:
    06/04/2009 at 10:54

    Seluruh tulisan yang ada tentang Asal usul orang batak pada saat ini apakah bersifat Legenda atau Keadaan sebenarnya ? Perlu bukti2 fisik untuk menjelaskannya agar tulisan tersebut tidak dianggap agenda.
    Mengapa kita tidak menggali peninggalan2 sejarah yang sampai saat ini mungkin masih tertanam di tanah batak untuk menyingkap asal usul orang batak (si Raja Batak) yang sebenarnya ?

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • Raja Sipahutar says:
    05/12/2009 at 09:02

    Memang sulit untuk merunut dan mengetaui silsilah Raja Batak dikarenakan sangat sedikitnya tulisan/peninggalan yg bisa ditemukan. Tapi terlepas dari itu semua, Si Raja Batak & Anak Kandungnya nya telah menurunkan dan membuat silsilah mereka denagan apik (dan saya kira pada zaman itu pasti ada masyarakat SELAIN MEREKA yang memiliki kesamaan Adat-Istiadat/Bahasa/). Tapi Ompung-Ompung kita tersebut “KEMUNGKINAN” Merantau dan Mendapat tempat dan mendiaminya dan itulah Tepi Danau Sekarang, Dan menurut pendapat saya “Pada saat itulah nama Si Raja Batak disematkan oleh keturunannya” untuk menghormati BELIAU sebagai orang yg sangat DITUAKAN & DIHORMATI.
    Mungkin beginilah “PEMIKIRAN SAYA” dengan merunut dan mendekatkan keadaan sejarah NUSANTARA pada abad-abad tersebut.

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • leman says:
    16/12/2009 at 02:19

    butuh informasi yang lbh jelas dan bukti yang kuat br kita bisa tau mana yang sebenarnya. jangan terlalu melenceng dengan asumsi orang batak itu dari yahudi yg merantau, dari filipina, riau dan lain2.
    untuk keberadaan orang batak ada pada abad ke 13 itu sudah jelas salah karena memakai asumsi yang benar ngaco. saya jadi malu pada teman saya yang orang madura yang tau lbh bayak tentang budaya batak ketimbang anda. diA TAU SUKU BATAK TERSIRI DARI BEBERAPA SUKU (toba, simalungun, karo, pakapak, mandailing dan angkola). bahkan dia tau kalau orang batak itu bisa membuat marga baru setelah 60 keturunan. jadi marga kt awalnya ada ngak langsung segini banyaknya.
    lihat bukti sejarah tentang sarkopagus dan hubungan dangang yang sudah ada jauh sebelum tahun masehi. pada masa raja2 kuno di mesir di mumikan memakai kapur barus juga pada masa raja salomo yang sudah berhubungan dagang dengan barus.
    untuk menyatakan bangsa batak ada pada masa batu atau presejarah juga perlu di dalami lg dengan bukti karena saya tidak bs blg ini pendapat ini salah atau benar.

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • sindar pasaribu says:
    03/01/2010 at 17:17

    semua pendapat di atas dapat juga bermanfaat supaya dapat memacu generasi muda untuk mengetahui asal usulnya. Walaupun memang masih jauh dari kenyataan akademik.
    Menurut saya asal-usul orang batak banyak versinya tetapi dapat di kelompokkan jadi 2 kelompok yaitu. Dari segi legenda dan akademik
    Saya dulu pernah membaca buku tentang asal-usul orang batak dan sebagai sharing saja akan saya bagikan untuk kita.
    Pada jaman sebelum masehi di daerah Vietnam selatan ada satu kerajaan yang sedang perang saudara berkepanjangan kemudian ada satu kelompok suku yang mengungsi dengan melalui sungai phietkhong mereka terbagi 2 perahu. Dari sungai mereka terus masuk ke laut tetapi karena badai yang deras akhirnya rombongannya ke 2 perahu tersebut terpisah yang 1 perahu mendarat di Sumatra sekitar daerah barus kemudian terus masuk ke pedalaman dan akhirnya mereka sampai di sianjur mula-mula merekalah yang menjadi cikal bakal suku batak yang 1 perahu lagi mendarat di sulawesi dan terus masuk ke pedalaman merekalah yang menjadi cikal bakal suku toraja. Kenapa mereka masuk kepedalaman kok tidak di pantai kerena pada jaman tersebut mata pencarian adalah berburu bukan memancing ikan dan juga kerena keyakinan pada batu-batu besar. Oke ini hanya sering saja moga bermanfaat

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

  • Bona says:
    01/03/2010 at 16:10

    Pada tahun 1275 MOJOPAHIT menyerang Sriwijaya, hingga menguasai daerah Pane, Haru, Padang Lawas. Sekitar rahun 1.400 kerajaan NAKUR berkuasa di sebelah Timur Danau Toba, Tanah Karo dan sebagian Aceh.

    Klik disini untuk memberi tanggapan komentar ini

Tinggallkan komentar anda!

Click here to cancel reply »

CAPTCHA Image CAPTCHA Audio
Refresh Image

Klik disini untuk untuk menghapus komentar anda

Langganan Artikel

Masukkan alamat email anda untuk menerima
berita dan artikel terbaru dari simanjuntak.or.id

Bergabung di Mailing List

Masukkan alamat email anda

Powered by www.groups.yahoo.com

Bonapasogit »

Marbinda

Marbinda

Beragam cara orang Batak menggalang kebersamaan. Melalui perkumpulan marga misalnya, yang diimplementasikan dengan partangiangan (doa syukuran bersama) sekali sebulan. Dengan membentuk arisan,dalam ruang lingkup marga, lingkungan …

Baca artikel lainnya »

GM-PSSSI&BBI »

Politisasi Marga, Siapa yang Untung, Siapa yang Buntung?

Politisasi Marga, Siapa yang Untung, Siapa yang Buntung?

Gerakan soliditas semu kelompok marga Batak di Propinsi Sumatera Utara terlihat muncul belakangan ini. Untuk tidak mengaitkannya dengan perpolitikan tentunya sulit. Pragmatisme sepertinya sangat kuat mempengaruhi dan membentuk respon kelompok marga terhadap perkembangan sosial politik …

Baca artikel lainnya »

Profile Bulan ini »

Mengenang Kepahlawanan Kapten H.S. Simanjuntak & Lettu Liberty Simanjuntak

Perjuangan  Putra Tampahan -  Balige di Bumi  Sriwijaya
Pendahuluan
Dalam rangka menelusuri hari lahir Punguan Simanjuntak Sitolu Sada Ina & Boruna (PSSSI-B) Kota Palembang – Sekitarnya, yang diperkirakan sudah berdiri Tahun 1957, dipandang perlu mengenang Kapten …

Baca artikel lainnya »

Punguan »

JP Simanjuntak Menggantikan Jongkas Simanjuntak sebagai Ketua PSSSI&BBI Sidikalang

JuntakNews (Sidikalang),
Pesta perayaan Ulang Tahun PSSSI dan BBI Sidikalang dan Periodisasi Pengurus 2009 – 2013 dilaksanakan hari ini Minggu (30/08) bertempat di Gedung Olah Raga Jalan RSU Sidikalang Kabupaten Dairi.
Dengan thema “Idama denggan nai …

Baca artikel lainnya »

Scholarship/Beasiswa »

Informasi Beasiswa IFP

Ford Foundation, sebuah lembaga nirlaba yang mengabdi untuk perdamaian dunia dan kesejahteraan umat manusia, telah  meluncurkan International Fellowships Program  (IFP).
Secara garis besar, tujuan-tujuan Ford Foundation adalah memperkuat nilai-nilai demokratis, mengurangi kemiskinan dan ketidakadilan, mendukung …

Baca artikel lainnya »

Sejarah Batak »

Tarombo Online Simanjuntak Sitolu Sada Ina

Tarombo Online Simanjuntak Sitolu Sada Ina

Tarombo Online Simanjuntak Sitolu Sada Ina ini di prakarsai oleh beberapa orang keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, yang peduli terhadap kelangsungan silsilah Sitolu Sada Ina. Prakarsa ini merupakan bentuk penghormatan yang tulus atas kesungguhan dan …

Baca artikel lainnya »

Simanjuntak »

Tarombo Online Simanjuntak Sitolu Sada Ina

Tarombo Online Simanjuntak Sitolu Sada Ina

Tarombo Online Simanjuntak Sitolu Sada Ina ini di prakarsai oleh beberapa orang keturunan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, yang peduli terhadap kelangsungan silsilah Sitolu Sada Ina. Prakarsa ini merupakan bentuk penghormatan yang tulus atas kesungguhan dan …

Baca artikel lainnya »

Terbaru

  • Politisasi Marga, Siapa yang Untung, Siapa yang Buntung?
  • Aku Memuji KebesaranMu… Pastor Moses Alegesan, MA, Bebas Murni
  • Polisi Pemalsu BAP Divonis 1,6 Tahun
  • AUDISI VOCALIST KERISPATIH
  • Ndang Marimbar Tano Hamatean…
  • Richard Simanjuntak Korban Pemerasan Bripka MSP Simanungkalit
  • Duplik atas Replik JPU Terdakwa Pastor Moses Alegesan, MA
  • Oknum TNI Pelaku Pengeroyokan, Minta Maaf
  • Undangan Pernikahan Rondang Ni Bulan Simanjuntak dengan Sarles MK Simbolon
  • KEKERASAN OKNUM ANGGOTA TNI TERHADAP TIGA ORANG MASYARAKAT SIPIL

Komentar Terbaru

  • jhon sagala on Konflik Status dan Kekuasaan Orang Batak Toba, Resensi Buku
  • Lince Siregar on Umpasa ni Halak Batak
  • darwin howard simanjuntak on Sejarah Simanjuntak
  • rizti on Duet Rio Finalis Idola Cilik 3 dan Angel Tampil Memukau di Salak
  • iwan sinambela on Umpasa ni Halak Batak
  • nobita on AUDISI VOCALIST KERISPATIH
  • JANTAMEN SIMANJUNTAK. SE (H-15) on Sejarah Simanjuntak
  • Poltak Simanjuntak (H 15) on Sejarah Simanjuntak
  • Samuel Simanjuntak on Sejarah Simanjuntak
  • Samuel Simanjuntak on Sejarah Simanjuntak

Pengunjung

Kunjungan hari ini : 55
Pengunjung Yang Online : 0
Member online: 0
IP anda : 38.107.191.107

Member

  • Register
  • Log in
  • Entries RSS
  • Comments RSS
  • WordPress.org

Blogroll

  • Tarombo Online
  • Simanjuntak
  • Bungaran Simanjuntak
  • Radio Komunikasi
  • LSPL
  • Poltak Simanjuntak
  • Boru Simanjuntak
  • Pasar Souvenir
  • Matasaya Photography

Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 seksi-dana1.jpg Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 10.jpg Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 hadiah.jpg

Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 artisborjun.jpg Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 8-ketua-umum-memperkenalkan-anggota-baru.jpg Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 kasmin.jpg

Raymon 15.jpg Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 5-st-a-simjtk.jpg 15-tor-tor-paniroi-pengurus.jpg 2-pdt-p-simjtk.jpg safarijakarta.jpg Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008 Bona Taon Simanjuntak Sitolu Sada Ina Bandung - Cimahi 2008
Powered by WordPress | Log in | Entries (RSS) | Comments (RSS) | theme by Bungaran Simanjuntak