<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sibagot ni Pohan</title>
	<atom:link href="http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/</link>
	<description>si sada lulu, si sada lungun, si sada las ni roha</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 00:19:19 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Vanyudhistira Silalahi Sihaloho</title>
		<link>http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/comment-page-1/#comment-2020</link>
		<dc:creator>Vanyudhistira Silalahi Sihaloho</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/#comment-2020</guid>
		<description>PANITIA LUHUTAN BOLON PESTA TUGU, ADAT DAN BUDAYA
POMPARAN OMPU RAJA SILAHISABUNGAN
BOLAHAN AMAK LOHO RAJA 2008

Kami pomparan Ompu Raja SILAHISABUNGAN dengan tegas menyatakan, bahwa :

1.PARSONDUK BOLON (PERMAISURI) OMPU RAJA SILAHISABUNGAN ADALAH PINGGAN MATIO BORU PADANGBATANGHARI.

2.PARSONDUK BOLON (PERMAISURI) LOHO RAJA ADALAH RANIMBANI BORU PADANGBATANGBATANGHARI.

Dalam hal ini Loho Raja selaku anak sulung Raja Silahisabungan mempersunting putri tulangnya/pamannya (MARBORU TULANG)

3.MENOLAK DENGAN TEGAS DAN KERAS!!! PERNYATAAN PUNGUAN SIHALOHO RAJA DOHOT BORUNA SE-JABODETABEK, BAHWA PERSONDUK BOLON (PERMAISURI) LOHO RAJA ADALAH RANIMBANI BORU MATANARI

DIHARAPKAN KEPADA SELURUH POMPARAN SILAHISABUNGAN YANG TELAH TERHASUT OLEH PIHAK – PIHAK YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB (KEPENTINGAN TERSELUBUNG DAN PRIBADI) AGAR KEMBALI KEPADA SEJARAH YANG BENAR AKAN SILSILAH ASLI RAJA SILAHISABUNGAN YANG BERSUMBER DARI RAJA – RAJA TURPUK YANG SEBENARNYA BERADA DI DESA SILALAHI NABOLAK – PAK-PAK,DAIRI.

MAULIATE, SALAM SEJAHTERA…
HORAS… HORAS… HORAS…
DITETAPKAN DI PEMATANGSIANTAR 10 NOVEMBER 2004
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--&gt; yudhistirasilalahi@gmail.com
maulitae godang tu hamuna sude... 
Horas3x...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PANITIA LUHUTAN BOLON PESTA TUGU, ADAT DAN BUDAYA<br />
POMPARAN OMPU RAJA SILAHISABUNGAN<br />
BOLAHAN AMAK LOHO RAJA 2008</p>
<p>Kami pomparan Ompu Raja SILAHISABUNGAN dengan tegas menyatakan, bahwa :</p>
<p>1.PARSONDUK BOLON (PERMAISURI) OMPU RAJA SILAHISABUNGAN ADALAH PINGGAN MATIO BORU PADANGBATANGHARI.</p>
<p>2.PARSONDUK BOLON (PERMAISURI) LOHO RAJA ADALAH RANIMBANI BORU PADANGBATANGBATANGHARI.</p>
<p>Dalam hal ini Loho Raja selaku anak sulung Raja Silahisabungan mempersunting putri tulangnya/pamannya (MARBORU TULANG)</p>
<p>3.MENOLAK DENGAN TEGAS DAN KERAS!!! PERNYATAAN PUNGUAN SIHALOHO RAJA DOHOT BORUNA SE-JABODETABEK, BAHWA PERSONDUK BOLON (PERMAISURI) LOHO RAJA ADALAH RANIMBANI BORU MATANARI</p>
<p>DIHARAPKAN KEPADA SELURUH POMPARAN SILAHISABUNGAN YANG TELAH TERHASUT OLEH PIHAK – PIHAK YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB (KEPENTINGAN TERSELUBUNG DAN PRIBADI) AGAR KEMBALI KEPADA SEJARAH YANG BENAR AKAN SILSILAH ASLI RAJA SILAHISABUNGAN YANG BERSUMBER DARI RAJA – RAJA TURPUK YANG SEBENARNYA BERADA DI DESA SILALAHI NABOLAK – PAK-PAK,DAIRI.</p>
<p>MAULIATE, SALAM SEJAHTERA…<br />
HORAS… HORAS… HORAS…<br />
DITETAPKAN DI PEMATANGSIANTAR 10 NOVEMBER 2004<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
&#8211;&gt; <a href="mailto:yudhistirasilalahi@gmail.com">yudhistirasilalahi@gmail.com</a><br />
maulitae godang tu hamuna sude&#8230;<br />
Horas3x&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: josmen</title>
		<link>http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/comment-page-1/#comment-1548</link>
		<dc:creator>josmen</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/#comment-1548</guid>
		<description>siapa nam orang tua si bagot pohan bersaudara...
kira-kira itu terjadi tahun berapa...
dimana kuburannya...
biar aku bisa ziarah...
HORAS ma di hita....
mauliate sude...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>siapa nam orang tua si bagot pohan bersaudara&#8230;<br />
kira-kira itu terjadi tahun berapa&#8230;<br />
dimana kuburannya&#8230;<br />
biar aku bisa ziarah&#8230;<br />
HORAS ma di hita&#8230;.<br />
mauliate sude&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rudy Naibaho</title>
		<link>http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/comment-page-1/#comment-776</link>
		<dc:creator>Rudy Naibaho</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/#comment-776</guid>
		<description>boi do dibahen lae gabe ebook Buku Pustaha Tumbaga Holing on?
Nunga loja mangalului alai ndang dapot 

Mauliate</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>boi do dibahen lae gabe ebook Buku Pustaha Tumbaga Holing on?<br />
Nunga loja mangalului alai ndang dapot </p>
<p>Mauliate</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bungaran Simanjuntak</title>
		<link>http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/comment-page-1/#comment-437</link>
		<dc:creator>Bungaran Simanjuntak</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/#comment-437</guid>
		<description>Mauliate lae atas kiriman muna untuk cerita ini. 

Horas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mauliate lae atas kiriman muna untuk cerita ini. </p>
<p>Horas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Biarjo Joseph</title>
		<link>http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/comment-page-1/#comment-436</link>
		<dc:creator>Biarjo Joseph</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/#comment-436</guid>
		<description>Tuan Sorba ni Banua Raja yang perkasa di Toba Balige menginginkan agar anak – anaknya kelak menjadi panglima perang yang termasyur. Untuk mewujudkan cita –citanya itu maka Tuan Sorba ni Banua mengajarkan anak – anaknya berbagai ilmu pencak silat dan melatih lempar Tombak. 
Setelah anak – anakanya memiliki ilmu pencak silat dan matang melempar tombak maka Tuan Sorba ni Banua menyuruh anaknya mengadakan pertandingan perang menombak (marpantom-pantom) antara anak Boru Pasarubu melawan Anak Boru Basopaet. Supaya jangan timbul kecelakaan disuruhnya tombak (hujur ) mereka dibuat dari Pinpin ( sanggar). 
Dalam pertandingan perang menombak ( marpantom – pantom ) ini nampak keunggulan anak dari Basopaet (Toga Sumba, Toga Sobu, Toga Pospos ) yang selalu mengalahkan anak Boru Pasaribu. Anak dari Boru Pasaribu ( Sibagot ni Pohan, Sippaettua, Silahisabungan, Siraja Oloan dan Siraja Hotalima) mereka kaget melihat ketangkasan lawannya menangkap tombak ( hujur ) yang mereka lemparkan. 
Pada suatu ketika Siraja Hutalima berniat jahat untuk membunuh lawannya itu. Dibuatnya tombak (hujur ) dari Pinpin ( sanggar ) tetapi diujungnya ditancapkan lidi ijuk ( Tarugi ) yang berisi racun. Ketika terjadi pertandingan menombak yang seru, Siraja Hutalima melempar tombak ( hujur ) yang berisi racun itu kepada Toga Sobu, tetapi dengan mudah ditangkapnya. Memperhatikan tombak yang ditangkapnya agak berat lalu lalu diperiksanya. Kemudian Toga Sobu berkata “ Na martahi pamate hami do ho hape“ (bermaksud membunuh kami kau rupanya) katanya sambil melempar tombak itu kembali kepada Siraja Hutalima, dan kena pada matanya. Siraja Hutalima mencerit karena matanya berdarah. Sibagot ni Pohan menghunus pedang mau membunuh Toga Sobu, Karena disangkanya Toga Sogu yang berbuat jahat. Untung Silahisabungan cepat melerai dan bertanya kepada Siraja Hutalima “ Hujur ni ise do on, (Tobak Siapa nih) katanya sambil menarik tombak itu dari mata Siraja Hutalima. Siraja Hutalima menjawab: “ hujurhu do I hahang, “ (tombaknya si abang) katnya sambil menjerit. Kemudian silahisabungan mengatakan bahwa Toga Sobu tidak bersalah, karena yang terjadi adalah senjata makan tuan. Sekarang kita bawa Siraja Hutalima kekampung supaya cepat diobati. Sejak itu Siraja Hutalimas sakit – sakitan dan akhirnya meninggal dunia. 
Akhibat kematian Siraja Hutalima, Toga Sumba, Toga Sobu dan Toga Pospos merasa takut tinggal bersama anak dari Boru Pasaribu. Akhirnya mereka bersama Boru Basopaet pindah kedaerah Humbang dan Silindu. 
Setelah Siraja Hutalima meninggal dunia, Kesehatan Tuan Sorba ni Banua mulai menurun dan sakit – sakitan. Untuk menjalankan tugas – tugas kerajaan, Sibagot ni Pohan dikawinkan dan dinobatkan menjadi Raja pengganti Tuan Sorba ni benua. Setelah lama menderita sakit akhirnya Tuan Sorba ni Banua meninggal Dunia. 
Berselang beberapa tahun, terjadi musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan tanam tanaman disawah mati kekeringan dan ternak (kerbau, lembu, kuda) menjadi kurus karena rumput rumputpun tak ada yang tumbuh. Raja Sibagot ni Pohan mulai pusing memikirkan malapetaka yang menimpa negeri. Kemudian dia memanggil “ Datu parmanuk diampang,” ( dukun yang pandai melihat tanda tanda dari seekor ayam yang dipotong dan ditutup dengan bakul ) untuk menanya apa gerangan penyebab maka terjadi musim kemarau yang berkepanjangan. Dukun yang melaksanakan acara ritual itu mengatakan : “ mamereng boa – boa ni parmanuhon on, ingkon elehon do sahala ni ompu, paluan ogung sabangunan jala lahaton horbo sitingko tanduk asa udan paremean. “ ( melihat tanda – tanda dari ayam yang dipotong ini, harus dibujuk sahala nenek moyang dengan memukul gendang dan memotong kerbau besar, baru turun hujan pemberi berkah ). 
Mendengar petunjuk yang diberikan dukun itu Raja Sibagot ni Pohan berjanji akan memenuhinya. Lalu mengumpulkan penduduk negeri memberitahukan akan diadakan Horja Sakti mengelek sahala ni ompu. Pada saat pertempuran itu Raja Sibagot ni Pohan mengatakan kepada adiknya Sipaettua, Silahisabungan dan Siraja Oloan : “ Ala Maol do luluan borotan dohot umbu – umbuan na Porlu tu Horja Sakti on, hamu na tolu ma borhat tu harangan laho mamulung. “ ( karenba sulit mencari kayu borotan dan ramuan yang perlu untuk Horja Sakti ini kalian bertigalah pergi kehutan untuk mengumpulnya.) 
Mendengar perintah raja Sibagot ni Pohan itu, ketiga adiknya tercengang. Mengapa harus kami yang disuruh ? demikian terlintas dibenak mereka masing – masing. Walaupun mereka merasa kecewa, perintah Raja Sibagot ni Pohan tetap dilaksanakan. Mereka berangkat ke Harangan Leok ( hutan Leok ) arah Tambunan sekarang. Dalam perjalanan dari balige ke harangan leok, Sipaettua, Silahisabungan dan Siraja Oloan memperbincangkan pemikiran Abang Mereka Raja Sibagot ni Pohan yang tega menyuruh mereka pada hal masih banyak orang lain yang patut disuruh. Karena merasa kecewa, timbul niat tidak mengikuti horja Sakti itu, lalu mereka berkeliling di Harangan Leok menunggu selesai Upacara Horja Sakti. 
Setelah diperhitungkan hari pelaksanaan pesta selesai mereka kembali dari harangan leok dan pura pura tergopoh – gopoh membawa borotan dan pulung – pulungan ( ramuan) kehalaman rumah di Lumban Gorat Balige. 

Mereka seakan terkejut melihat borotan yang sudah layu dihalaman rumah itu dan berseru memanggil Raja Sibagot ni Pohan dan Bertanya : “ Bang, inilah Borotan dan Ramuan yang kami ambil dari harangan Leok. Sangat Sulit Mencari Ramuan ini Sehingga kami terlambat pulang. Kulihat dihalaman rumah ada sudah borotan yang layu, a[a yang terjadi ? “ Kata Silahisabungan. Dengan senyum dan Ramah Raj Sibagot ni Pohan menjawab : “ Terima Kasih, terima kasih adik saying. Kalian sehat – sehat semua. Kusangka ada terjadi malapetaka dihutan karena kalian tak pulang. Karena hari yang ditentukan dukun sudah tiba, Horja Sakti sudah selesai dilaksanakan. Borotan dan ramuan yang kalian bawa ini baiklah kita simpan untuk Horja Sakti kelak, Katanyan Membujuk adik adiknya itu . Dengan tegas Silahisabungan berkata : “ Pantang Ucapanmu Itu . Tak Baik Kita mohon agar terjadi Lagi musim kemarau yang Berkepanjangan “ . Laqlu ditimpali Sipaittua dan Siraja Olloan “ Ah…., memang Abang Kurang bijak. Mana mungkin kami adikmu sebagai suhut disuruh mengambil borotan dan pulung pulungan. Kan masih ada orang lain ? Nah, kami serahkan kepada Silahisabungan mengambil keputusan. rupanya mereka bertiga sudah berjanji, bila Horja Sakti dilaksankan Raja Sibagot ni Pohan merek akan meninggalkan kampong halaman. 
Dengan suara lembut dan meyakinkan Silahisabungan berkata :“ Abang sebagai raja dinegeri ini telah mempermalukan kami. Apa kata penduduk negeri ini, kami sebagai suhut sudah dianggap jadi anak pungut, kau laksanakan Horja Sakti tanpa kami hadiri. Kami sebagai adik kandungmu tidak kau hargai, memang tindakanmu itu tidak manusiawi. Untuk menjaga harga diri, lebih baik kami menjauhkan diri. Berangkatlah kami bertiga tinggallah abang seorang diri, mudah – mudahan mula jadi memberikan rejeki “. 
Raja Sibagot ni Pohan terpelongoh mendengar kata – kata dan ucapan Silahisabungan yang menyayat hati. Memang benar tuntutan adikku ini, tetapi apa mau dibuat nasi sudah menjadi bubur. Sebagai raj takmungkin mengalah, lalu berkata : ” sudahlah Silahisabungan, kalau soal jawab tidak ada tandinganmu, terserah kalian bertiga apa permintaanmu tidak saya larang, : 
Mendengar kata Raja Sibagot ni Pohan yang kurang persulasif ini Silahisabungan marah dan berkata “sudahlah, mana jambar { bagian ) kami dalam Horja Sakti itu, Supaya kami berangkat dari kampong ini . kami tidak perlu lagi brhubungan dengan kau, sedang asap apimupun tidak nboleh kami lihat dan bila ada pohon pisangku yang berbuah menyembah kekampung ini akan saya tebang.“ 
Demikianlah akhir pesta Horja Sakti Sibagot ni Pohan yang menimbulkan perpisahaannya dengan adiknya si paetua, Silahisabungan dan siraja Oloan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tuan Sorba ni Banua Raja yang perkasa di Toba Balige menginginkan agar anak – anaknya kelak menjadi panglima perang yang termasyur. Untuk mewujudkan cita –citanya itu maka Tuan Sorba ni Banua mengajarkan anak – anaknya berbagai ilmu pencak silat dan melatih lempar Tombak.<br />
Setelah anak – anakanya memiliki ilmu pencak silat dan matang melempar tombak maka Tuan Sorba ni Banua menyuruh anaknya mengadakan pertandingan perang menombak (marpantom-pantom) antara anak Boru Pasarubu melawan Anak Boru Basopaet. Supaya jangan timbul kecelakaan disuruhnya tombak (hujur ) mereka dibuat dari Pinpin ( sanggar).<br />
Dalam pertandingan perang menombak ( marpantom – pantom ) ini nampak keunggulan anak dari Basopaet (Toga Sumba, Toga Sobu, Toga Pospos ) yang selalu mengalahkan anak Boru Pasaribu. Anak dari Boru Pasaribu ( Sibagot ni Pohan, Sippaettua, Silahisabungan, Siraja Oloan dan Siraja Hotalima) mereka kaget melihat ketangkasan lawannya menangkap tombak ( hujur ) yang mereka lemparkan.<br />
Pada suatu ketika Siraja Hutalima berniat jahat untuk membunuh lawannya itu. Dibuatnya tombak (hujur ) dari Pinpin ( sanggar ) tetapi diujungnya ditancapkan lidi ijuk ( Tarugi ) yang berisi racun. Ketika terjadi pertandingan menombak yang seru, Siraja Hutalima melempar tombak ( hujur ) yang berisi racun itu kepada Toga Sobu, tetapi dengan mudah ditangkapnya. Memperhatikan tombak yang ditangkapnya agak berat lalu lalu diperiksanya. Kemudian Toga Sobu berkata “ Na martahi pamate hami do ho hape“ (bermaksud membunuh kami kau rupanya) katanya sambil melempar tombak itu kembali kepada Siraja Hutalima, dan kena pada matanya. Siraja Hutalima mencerit karena matanya berdarah. Sibagot ni Pohan menghunus pedang mau membunuh Toga Sobu, Karena disangkanya Toga Sogu yang berbuat jahat. Untung Silahisabungan cepat melerai dan bertanya kepada Siraja Hutalima “ Hujur ni ise do on, (Tobak Siapa nih) katanya sambil menarik tombak itu dari mata Siraja Hutalima. Siraja Hutalima menjawab: “ hujurhu do I hahang, “ (tombaknya si abang) katnya sambil menjerit. Kemudian silahisabungan mengatakan bahwa Toga Sobu tidak bersalah, karena yang terjadi adalah senjata makan tuan. Sekarang kita bawa Siraja Hutalima kekampung supaya cepat diobati. Sejak itu Siraja Hutalimas sakit – sakitan dan akhirnya meninggal dunia.<br />
Akhibat kematian Siraja Hutalima, Toga Sumba, Toga Sobu dan Toga Pospos merasa takut tinggal bersama anak dari Boru Pasaribu. Akhirnya mereka bersama Boru Basopaet pindah kedaerah Humbang dan Silindu.<br />
Setelah Siraja Hutalima meninggal dunia, Kesehatan Tuan Sorba ni Banua mulai menurun dan sakit – sakitan. Untuk menjalankan tugas – tugas kerajaan, Sibagot ni Pohan dikawinkan dan dinobatkan menjadi Raja pengganti Tuan Sorba ni benua. Setelah lama menderita sakit akhirnya Tuan Sorba ni Banua meninggal Dunia.<br />
Berselang beberapa tahun, terjadi musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan tanam tanaman disawah mati kekeringan dan ternak (kerbau, lembu, kuda) menjadi kurus karena rumput rumputpun tak ada yang tumbuh. Raja Sibagot ni Pohan mulai pusing memikirkan malapetaka yang menimpa negeri. Kemudian dia memanggil “ Datu parmanuk diampang,” ( dukun yang pandai melihat tanda tanda dari seekor ayam yang dipotong dan ditutup dengan bakul ) untuk menanya apa gerangan penyebab maka terjadi musim kemarau yang berkepanjangan. Dukun yang melaksanakan acara ritual itu mengatakan : “ mamereng boa – boa ni parmanuhon on, ingkon elehon do sahala ni ompu, paluan ogung sabangunan jala lahaton horbo sitingko tanduk asa udan paremean. “ ( melihat tanda – tanda dari ayam yang dipotong ini, harus dibujuk sahala nenek moyang dengan memukul gendang dan memotong kerbau besar, baru turun hujan pemberi berkah ).<br />
Mendengar petunjuk yang diberikan dukun itu Raja Sibagot ni Pohan berjanji akan memenuhinya. Lalu mengumpulkan penduduk negeri memberitahukan akan diadakan Horja Sakti mengelek sahala ni ompu. Pada saat pertempuran itu Raja Sibagot ni Pohan mengatakan kepada adiknya Sipaettua, Silahisabungan dan Siraja Oloan : “ Ala Maol do luluan borotan dohot umbu – umbuan na Porlu tu Horja Sakti on, hamu na tolu ma borhat tu harangan laho mamulung. “ ( karenba sulit mencari kayu borotan dan ramuan yang perlu untuk Horja Sakti ini kalian bertigalah pergi kehutan untuk mengumpulnya.)<br />
Mendengar perintah raja Sibagot ni Pohan itu, ketiga adiknya tercengang. Mengapa harus kami yang disuruh ? demikian terlintas dibenak mereka masing – masing. Walaupun mereka merasa kecewa, perintah Raja Sibagot ni Pohan tetap dilaksanakan. Mereka berangkat ke Harangan Leok ( hutan Leok ) arah Tambunan sekarang. Dalam perjalanan dari balige ke harangan leok, Sipaettua, Silahisabungan dan Siraja Oloan memperbincangkan pemikiran Abang Mereka Raja Sibagot ni Pohan yang tega menyuruh mereka pada hal masih banyak orang lain yang patut disuruh. Karena merasa kecewa, timbul niat tidak mengikuti horja Sakti itu, lalu mereka berkeliling di Harangan Leok menunggu selesai Upacara Horja Sakti.<br />
Setelah diperhitungkan hari pelaksanaan pesta selesai mereka kembali dari harangan leok dan pura pura tergopoh – gopoh membawa borotan dan pulung – pulungan ( ramuan) kehalaman rumah di Lumban Gorat Balige. </p>
<p>Mereka seakan terkejut melihat borotan yang sudah layu dihalaman rumah itu dan berseru memanggil Raja Sibagot ni Pohan dan Bertanya : “ Bang, inilah Borotan dan Ramuan yang kami ambil dari harangan Leok. Sangat Sulit Mencari Ramuan ini Sehingga kami terlambat pulang. Kulihat dihalaman rumah ada sudah borotan yang layu, a[a yang terjadi ? “ Kata Silahisabungan. Dengan senyum dan Ramah Raj Sibagot ni Pohan menjawab : “ Terima Kasih, terima kasih adik saying. Kalian sehat – sehat semua. Kusangka ada terjadi malapetaka dihutan karena kalian tak pulang. Karena hari yang ditentukan dukun sudah tiba, Horja Sakti sudah selesai dilaksanakan. Borotan dan ramuan yang kalian bawa ini baiklah kita simpan untuk Horja Sakti kelak, Katanyan Membujuk adik adiknya itu . Dengan tegas Silahisabungan berkata : “ Pantang Ucapanmu Itu . Tak Baik Kita mohon agar terjadi Lagi musim kemarau yang Berkepanjangan “ . Laqlu ditimpali Sipaittua dan Siraja Olloan “ Ah…., memang Abang Kurang bijak. Mana mungkin kami adikmu sebagai suhut disuruh mengambil borotan dan pulung pulungan. Kan masih ada orang lain ? Nah, kami serahkan kepada Silahisabungan mengambil keputusan. rupanya mereka bertiga sudah berjanji, bila Horja Sakti dilaksankan Raja Sibagot ni Pohan merek akan meninggalkan kampong halaman.<br />
Dengan suara lembut dan meyakinkan Silahisabungan berkata :“ Abang sebagai raja dinegeri ini telah mempermalukan kami. Apa kata penduduk negeri ini, kami sebagai suhut sudah dianggap jadi anak pungut, kau laksanakan Horja Sakti tanpa kami hadiri. Kami sebagai adik kandungmu tidak kau hargai, memang tindakanmu itu tidak manusiawi. Untuk menjaga harga diri, lebih baik kami menjauhkan diri. Berangkatlah kami bertiga tinggallah abang seorang diri, mudah – mudahan mula jadi memberikan rejeki “.<br />
Raja Sibagot ni Pohan terpelongoh mendengar kata – kata dan ucapan Silahisabungan yang menyayat hati. Memang benar tuntutan adikku ini, tetapi apa mau dibuat nasi sudah menjadi bubur. Sebagai raj takmungkin mengalah, lalu berkata : ” sudahlah Silahisabungan, kalau soal jawab tidak ada tandinganmu, terserah kalian bertiga apa permintaanmu tidak saya larang, :<br />
Mendengar kata Raja Sibagot ni Pohan yang kurang persulasif ini Silahisabungan marah dan berkata “sudahlah, mana jambar { bagian ) kami dalam Horja Sakti itu, Supaya kami berangkat dari kampong ini . kami tidak perlu lagi brhubungan dengan kau, sedang asap apimupun tidak nboleh kami lihat dan bila ada pohon pisangku yang berbuah menyembah kekampung ini akan saya tebang.“<br />
Demikianlah akhir pesta Horja Sakti Sibagot ni Pohan yang menimbulkan perpisahaannya dengan adiknya si paetua, Silahisabungan dan siraja Oloan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bungaran Simanjuntak</title>
		<link>http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/comment-page-1/#comment-435</link>
		<dc:creator>Bungaran Simanjuntak</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/#comment-435</guid>
		<description>Kayaknya perlu juga di buat satu cerita versi Lae Silalahi biar nanti cerita tentang turi-turian ni halak batak semakin kaya. Seperti yang kami sebutkan diatas sumber dari cerita ini kami sadur dari Buku Pustaha Tumbaga Holing na pinatomu tomu ni Raja Patik Tambubolon Cetakan Ke II (2002)Penerbit Dian Utama Jakarta Cetakan pertaman buku ini tahun 1964. 

Horas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kayaknya perlu juga di buat satu cerita versi Lae Silalahi biar nanti cerita tentang turi-turian ni halak batak semakin kaya. Seperti yang kami sebutkan diatas sumber dari cerita ini kami sadur dari Buku Pustaha Tumbaga Holing na pinatomu tomu ni Raja Patik Tambubolon Cetakan Ke II (2002)Penerbit Dian Utama Jakarta Cetakan pertaman buku ini tahun 1964. </p>
<p>Horas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Biarjo Joseph</title>
		<link>http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/comment-page-1/#comment-433</link>
		<dc:creator>Biarjo Joseph</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 1970 00:00:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://simanjuntak.or.id/2008/02/28/sibagot-ni-pohan/#comment-433</guid>
		<description>Membaca sejarah dan ceritra dari perpisahan Sibagot Nipohan dan Sipaettua, Silahi Sabungan dohot Siraja Oloan menurut cerita yang saya peroleh turun-temurun tdk sama seperti diatas. dimana dalam Horja sakti tersebut Sibagot Nipohan berusaha utk tidak mengikut sertakan adek-adeknya dgn maksud tertentu.
seandainya ada kebaikan dihati sibagot ni pohan tdk mungkin dia menyuruh adik-adiknya karna mereka ber empat juga sama kedudukannya dlm Horja sakti itu yakni sama-sama suhut dan banyak suruhan yg lain.
seandainya memang Sibagot nipohan yang benar tdk mungkin Mula jadi nabolon menimpakan malapetaka kekeringan di Balige.

tidak benar Sipart Tua, Silahi Sabungan, Siraja Oloan, pergi survey sebelumnnya utk mencari tempat lai. namun setelah mereka meninggalkan Sibagot ni pohan mereka pergi jauh utk tdk melihat asap apinya.

Silahi sabungan lebih dulu bertempat tinggal di Tolping dan kawin dgn putri ompu raja bolon (parna) yang melahirkan Silalahi Raja. dan di tolping tdk ada marga Sigiro dan yang lain saat itu. disana hanya ada anak dari Silalahi Raja yakni : Tolping Raja Silalahi, Bursok Raja Silalahi dan raja bunga-bunga Silalahi, raja bunga-bunga itulah yang diculik dari parmahanan, makanya disebut tuan sihubil namanya jadi Silalahi Parmahan. seandainya sigiro yg diculik berarti Tuan sihubil akan menyebutnya Sigiro Parmahan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca sejarah dan ceritra dari perpisahan Sibagot Nipohan dan Sipaettua, Silahi Sabungan dohot Siraja Oloan menurut cerita yang saya peroleh turun-temurun tdk sama seperti diatas. dimana dalam Horja sakti tersebut Sibagot Nipohan berusaha utk tidak mengikut sertakan adek-adeknya dgn maksud tertentu.<br />
seandainya ada kebaikan dihati sibagot ni pohan tdk mungkin dia menyuruh adik-adiknya karna mereka ber empat juga sama kedudukannya dlm Horja sakti itu yakni sama-sama suhut dan banyak suruhan yg lain.<br />
seandainya memang Sibagot nipohan yang benar tdk mungkin Mula jadi nabolon menimpakan malapetaka kekeringan di Balige.</p>
<p>tidak benar Sipart Tua, Silahi Sabungan, Siraja Oloan, pergi survey sebelumnnya utk mencari tempat lai. namun setelah mereka meninggalkan Sibagot ni pohan mereka pergi jauh utk tdk melihat asap apinya.</p>
<p>Silahi sabungan lebih dulu bertempat tinggal di Tolping dan kawin dgn putri ompu raja bolon (parna) yang melahirkan Silalahi Raja. dan di tolping tdk ada marga Sigiro dan yang lain saat itu. disana hanya ada anak dari Silalahi Raja yakni : Tolping Raja Silalahi, Bursok Raja Silalahi dan raja bunga-bunga Silalahi, raja bunga-bunga itulah yang diculik dari parmahanan, makanya disebut tuan sihubil namanya jadi Silalahi Parmahan. seandainya sigiro yg diculik berarti Tuan sihubil akan menyebutnya Sigiro Parmahan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
