Sejarah Batak

8
869

Konon di atas langit (banua ginjang, nagori atas) adalah seekor ayam bernama Manuk Manuk Hulambujati (MMH) berbadan sebesar kupu-kupu besar, namun telurnya sebesar periuk tanah. MMH tidak mengerti bagaimana dia mengerami 3 butir telurnya yang demikian besar, sehingga ia bertanya kepada Mulajadi Na Bolon (Maha Pencipta) bagaimana caranya agar ketiga telur tsb menetas.

Mulajadi Na Bolon berkata, Eramilah seperti biasa, telur itu akan menetas! Dan ketika menetas, MMH sangat terkejut karena ia tidak mengenal ketiga makhluk yang keluar dari telur tsb. Kembali ia bertanya kepada Mulajadi Nabolon dan atas perintah Mulajadi Na Bolon, MMH memberi nama ketiga makhluk (manusia) tsb. Yang pertama lahir diberi nama TUAN BATARA GURU, yang kedua OMPU TUAN SORIPADA, dan yang ketiga OMPU TUAN MANGALABULAN, ketiganya adalah lelaki.

Setelah ketiga putranya dewasa, ia merasa bahwa mereka memerlukan seorang pendamping wanita. MMH kembali memohon dan Mulajadi Na Bolon mengirimkan 3 wanita cantik : SIBORU PAREME untuk istri Tuan Batara Guru, yang melahirkan 2 anak laki laki diberi nama TUAN SORI MUHAMMAD, dan DATU TANTAN DEBATA GURU MULIA dan 2 anak perempuan kembar bernama SIBORU SORBAJATI dan SIBORU DEAK PARUJAR. Anak kedua MMH, Tuan Soripada diberi istri bernama SIBORU PAROROT yang melahirkan anak laki-laki bernama TUAN SORIMANGARAJA sedangkan anak ketiga, Ompu Tuan Mangalabulan, diberi istri bernama SIBORU PANUTURI yang melahirkan TUAN DIPAMPAT TINGGI SABULAN.

Dari pasangan Ompu Tuan Soripada-Siboru Parorot, lahir anak ke-5 namun karena wujudnya seperti kadal, Ompu Tuan Soripada menghadap Mulajadi Na Bolon (Maha Pencipta). Tidak apa apa, berilah nama SIRAJA ENDA ENDA, kata Mulajadi Na Bolon. Setelah anak-anak mereka dewasa, Ompu Tuan Soripada mendatangi abangnya, Tuan Batara Guru menanyakan bagaimana agar anak-anak mereka dikawinkan.

Kawin dengan siapa? Anak perempuan saya mau dikawinkan kepada laki-laki mana? tanya Tuan Batara Guru.

Bagaimana kalau putri abang SIBORU SORBAJATI dikawinkan dengan anak saya Siraja Enda Enda. Mas kawin apapu akan kami penuhi, tetapi syaratnya putri abang yang mendatangi putra saya, kata Tuan Soripada agak kuatir, karena putranya berwujud kadal.

Akhirnya mereka sepakat. Pada waktu yang ditentukan Siboru Sorbajati mendatangai rumah Siraja Enda Enda dan sebelum masuk, dari luar ia bertanya apakah benar mereka dijodohkan. Siraja Enda Enda mengatakan benar, dan ia sangat gembira atas kedatangan calon istrinya. Dipersilakannya Siboru Sorbajati naik ke rumah. Namun betapa terperanjatnya Siboru Sorbajati karena lelaki calon suaminya itu ternyata berwujud kadal.

Dengan perasaan kecewa ia pulang mengadu kepada abangnya Datu Tantan Debata.

Lebih baik saya mati daripada kawin dengan kadal, katanya terisak-isak.

Jangan begitu adikku, kata Datu Tantan Debata. Kami semua telah menyetujui bahwa itulah calon suamimu. Mas kawin yang sudah diterima ayah akan kita kembalikan 2 kali lipat jika kau menolak jadi istri Siraja Enda Enda.

Siboru Sorbajati tetap menolak. Namun karena terus-menerus dibujuk, akhirnya hatinya luluh tetapi kepada ayahnya ia minta agar menggelar gondang karena ia ingin manortor (menari) semalam suntuk.

Permintaan itu dipenuhi Tuan Batara Guru. Maka sepanjang malam, Siboru Sorbajati manortor di hadapan keluarganya.

Menjelang matahari terbit, tiba-tiba tariannya (tortor) mulai aneh, tiba-tiba ia melompat ke para-para dan dari sana ia melompat ke bonggor kemudian ke halaman dan yang mengejutkan tubuhnya mendadak tertancap ke dalam tanah dan hilang terkubur!

Keluarga Ompu Tuan Soripada amat terkejut mendengar calon menantunya hilang terkubur dan menuntut agar Keluarga Tuan Batara Guru memberikan putri ke-2 nya, Siboru Deak Parujar untuk Siraja Enda Enda.

Sama seperti Siboru Sorbajati, ia menolak keras. Sorry ya, apa lagi saya, katanya.

Namun karena didesak terus, ia akhirnya mengalah tetapi syaratnya orang tuanya harus menggelar  gondang semalam suntuk karena ia ingin manortor juga. Sama dengan kakaknya, menjelang matahari terbit tortornya mulai aneh dan mendadak ia melompat ke halaman dan menghilang ke arah laut di benua tengah (Banua Tonga).

Di tengah laut ia digigit lumba-lumba dan binatang laut lainnya dan ketika burung layang-layang lewat, ia minta bantuan diberikan tanah untuk tempat berpijak.

Sayangnya, tanah yang dibawa burung layang-layang hancur karena digoncang NAGA PADOHA.

Siboru Deak Parujar menemui Naga Padoha agar tidak menggoncang Banua Tonga.  katanya. Sebenarnya aku tidak sengaja, kakiku rematik. Tolonglah sembuhkan.

Siboru Deak Parujar berhasil menyembuhkan dan kepada Mulajadi Na Bolon dia meminta alat pemasung untuk memasung Naga Padoha agar tidak mengganggu. Naga Padoha berhasil dipasung hingga ditimbun dengan tanah dan terbenam ke benua tengah (Banua Toru). Bila terjadi gempa, itu pertanda Naga Padoha sedang meronta di bawah sana.

Alkisah, Mulajadi Na Bolon menyuruh Siboru Deak Parujar kembali ke Benua Atas.

Karena lebih senang tinggal di Banua Tonga (bumi), Mulajadi Na Bolon mengutus RAJA ODAP ODAP untuk menjadi suaminya dan mereka tinggal di SIANJUR MULA MULA di kaki gunung Pusuk Buhit.

Dari perkawinan mereka lahir 2 anak kembar : RAJA IHAT MANISIA (laki-laki) dan BORU ITAM MANISIA (perempuan).

Tidak dijelaskan Raja Ihat Manisia kawin dengan siapa, ia mempunyai 3 anak laki laki : RAJA MIOK MIOK, PATUNDAL NA BEGU dan AJI LAPAS LAPAS. Raja Miok Miok tinggal di Sianjur Mula Mula, karena 2 saudaranya pergi merantau karena mereka berselisih paham.

Raja Miok Miok mempunyai anak laki-laki bernama ENGBANUA, dan 3 cucu dari Engbanua yaitu : RAJA UJUNG, RAJA BONANG BONANG dan RAJA JAU. Konon Raja Ujung menjadi leluhur orang Aceh dan Raja Jau menjadi leluhur orang Nias. Sedangkan Raja Bonang Bonang (anak ke-2) memiliki anak bernama RAJA TANTAN DEBATA, dan anak dari Tantan Debata inilah disebut SI RAJA BATAK, YANG MENJADI LELUHUR ORANG BATAK DAN BERDIAM DI SIANJUR MULA MULA DI KAKI GUNUNG PUSUK BUHIT PULAU SAMOSIR.

dicopy tanpa izin dari basibanget.net

SHARE
Previous articleAdat
Next articlePerkawinan dalam Adat Batak
Mardaup Namora Sende No 14 Sian Sigumpar Anak ni Op. Tulus Simanjuntak/br Panjaitan Anak ke 9 dari 11 bersaudara sekarang tinggal di Bandung.

8 COMMENTS

  1. dah berapa kali baca tp ttp aja tak masuk akal ku… hm… ada yg bisa bantu yakinin aku buat percaya ???

  2. Kalau boleh tahu ngga masuk akal ditinjau dari segi apa nih mbak Srikandini? Biar kita atau pembaca yang lain bisa menjelaskan.

    Mauliate

  3. Kok yang aku dengar lain?

    Cuma ada Raja Batak, Tetean Bulan dan aku lupa nama yang seperti kadal itu ,..

    Karena tidak ada yang menjadi bukti tentang keberadaan tokoh diatas …

    Raja Batak … ok … The first man batak in da world… lahir dari tanah/batu yang dibentuk Ompu Mula Jadi Na Bolon.
    Tetean bulan >>> lahir dari buluh (bambu) ini yang menjadi legenda ada cewe terbang ke bulan …dan sedang menenun … kelihatan kalau purnama

    Yang seperti kadal … menjadi totem orang batak lambang pengetahuan … Tetapi sejak The Christian datang menjadi dibuang (karena terkesan ada unsur setannya padahal mungkin benar juga kami yang memberikan pengehuan kepada bangsa-bangsa jaman Nephilim dulu).

    Yang aku tahu … kisah ini hebat … dan mendasari jiwa orang batak semuanya …

    Ceritanya seperti ini bro… Setelah penciptaannya Tetean Bulan senang mendengar suara lagu dan pantun dari seseorang (doi tak tahu orang ini berwujud kadal) doi jatuh cinta …
    Ini yang membuat cewek batak suka melihat/mendengar orang yang pintar dan halus tutur katanya … gampang silau akan seseorang…
    Begitu akhirnya dia tahu orang itu berwujud kadal … doi tak mau … sedih dan lari … kemudian datanglah si Raja Batak … (mmencoba menghibur akhirnya ngelaba)
    Ini jadi kemahiran cowo batak ambil kesempatan kalau cewe sedih (nice mouth walau tampangnya biasa)
    terjadilah hal-hal yang diinginkan … tapi Tetean Bulan tidak bisa melupakan citra imaginasinya tentang pacarnya yang dimupenginya dulu. (doi piki si kadal itu keren karena tutur katanya)

    akhirnya doi pergi meninggalkan Raja Batak setelah melahirkan sesepuh marga-marga … terbang ke bulan …

    Orang sering kalau bercinta pasti berthema dibawah sinar Bulan Purnama (di Rondang ni Bulani)

    Cewe (Batak) tidak akan pernah lupa cowo pertama yang disukainya … dan Cowo (Bataj) tidak akan lupa Cewe yang meningalkan/menolaknya … You never married a batak woman (that u are her first love) … bullshit bro…

    No offence ya bro ….

  4. untuk srikandini
    ga percaya???ga pa pa, namanya juga hikayat.legenda.
    sebuah legenda masalahnya bukan benar atau tidak benar tetapi nilai moril yang terkandung didalamnya.
    dan bila kita mau open minded dikiittt aja, kadang-kadang kita malah melihat unsur kebenaran dalam sebuah hikayat yang…kalo dibawa ke era teknologi sekarang memang kedengarannya almustahil gitu.
    tapi….waktu membuktikan legenda atau hikayat berhasil membawa manusia ke bulan.ga percaya??
    kalo bukan karena gombal jaman dulu yang bilang “wajahmu secantik rembulan” yuri gagarin dan neil amstong ga bakal niat ke bulan:)
    Legenda,Hikayat, tutur atau cerita adalah budaya semua suku dibumi dan itulah mimpi yang mendasari manusia menjadi seperti sekarang ini.sampai saat ini bahkan sampai bumi ini berevolusi kembali.

  5. Bingung….
    Apakah tanah Batak tidak berpenghuni sebelum kedatangan si Raja Batak, istri si Raja Batak dari mana? Kalau berpenghuni apa tidak mungkin kalau mereka itulah nenek moyang Batak? Dan keturunan Batak sekarang ini mungkin campuran penghuni asli tanah Batak dengan pendatang yang diperkirakan dari Thailand atau Birma.

    Mungkin yang perlu kita ketahui adalah asal kata sebutan Batak.

    Hal ini mirip dengan :
    Amerika ada Indian asal usul mitos, Australia ada Aborigin asal usul mitos juga.

    Legenda memang harus dijaga, tapi sebelumnya saya minta maaf, karena penciptaan manusia yang saya yakini hanya Adam dan Hawa. Terima kasih…..Horas…..

LEAVE A REPLY