Kupu kupu… (Sebuah Ilustrasi)

1
459

Seorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari ada lubang kecil muncul. Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.

Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang dalam waktu. Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.

Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam
sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu.
Kita mungkin tidak pernah dapat terbang. Saya memohon Kekuatan. Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya memohon Kebijakan. Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan. Saya memohon Kemakmuran. Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja. Saya memohon Keteguhan hati. Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi. Saya memohon Cinta. Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong. Saya memohon Kemurahan /kebaikan hati. Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan. Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.

Sumber: Glorianet

SHARE
Previous articlePentunjuk untuk penulis
Next articleAdat
Mardaup Namora Sende No 14 Sian Sigumpar Anak ni Op. Tulus Simanjuntak/br Panjaitan Anak ke 9 dari 11 bersaudara sekarang tinggal di Bandung.

1 COMMENT

  1. sebuah ilustrasi yang membuat saya tersadar dari kebingungan selama ini.
    yang telah membuat saya mencoba merangkak lagi dari keterpurukan.
    ilustrasi yang telah “menggelitik” kisi hati saya yg nyaris beku.
    membantu saya mengumpulkan lagi kepingan harapan yang tlah terlanjur pecah dan patah….

    sesungguhnya ujian itu untuk membantu kita naik ke tingkat yang lbh tggi.

    ujian itu mengajarkan kita untuk bisa berharap.
    karna hidup tanpa keluasan harapan akan kosong…

    dan yang pasti, ujian itu ada supaya kita lebih dekat dengan-Nya…Sang Pemilik Cinta Sejati.

LEAVE A REPLY